MY LIFE MY ADVENTURE

Rabu, 09 Mei 2012

Gajimu seharga sepatumu

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga.
Hari dimana kita akan menerima gaji, setelah pada minggu lalu gajian ditunda karena ada masalah yang mengakibatkan batalnya gajian.

Sekitar pukul 11.30 lebih aku datang ke cafe dimana tempat aku bekerja. Cafe yang berada di sekitar SMA komplek Surabaya itu nampak sepi ketika aku lihat dari luar. Karena di hari itu kita ada briefing pegawai-pegawai cafe (termasuk aku) dan cafe akan buka sekitar jam 2 karena pada hari itu adalah hari Minggu. Dan ketika aku masuk ke cafe itu dengan melewati pintu (masa mau lewat cerobong asap-_-) hanya beberapa orang yang ada didalamnya. Ada 4 orang yang ada disana, Mike, Kacong, Renov dan Ira. Renov dan Ira adalah owner cafe tersebut. Mike adalah barista yang pekerjaannya sama seperti aku. sedangkan Kacong adalah orang-orangan sawah. *eehh (kasihan nasibmu cong) hahhaa
Kacong adalaha koki cafe tersebut.

Padahal hari sebelumnya sang owner bilang kalau besok akan diadakan briefing jam 10.00 tepat, tapi ternyata telatku yang keterlaluan. hahaha tapi untungnya briefingnya belum dimulai karena masih menunggu satu orang lagi yaitu Stefany. Biasanya dipanggil Steph atau Fany.
Jadi kalau digabungin jadi Steph-Fany  yang artinya Steph itu gila dan fany = funny --> menyenangkan. Jadi Stefany adalah orang gila yang menyenangkan.

Setelah jungkir balik, begejekan, guyonan selama setengah jam akhirnya Steph dateng juga. Dan kitapun langsung ditraining sebentar oleh salah satu owner cafe yaitu Renov. Aku, Mike dan Steph langsung ditraining di dalam bar karena kita sebagai barista (adiknya bartender hahaha). Dan bla bla bla, sehabisnya training aku, mike dan steph langsung diajak briefing antar barista dengan sang owner wanita, sebut saja namanya Ira (memang nama sebenarnya :D). Saat briefing bukannya membicarakan untuk progres ke depan, tetapi malah menceritakan masalah pribadi yang membuat kedua barista Mike dan Steph gak bisa lagi kerja seterusnya (atau biasanya disebut resign). Hampir seperti pengakuan dosa, karena si Mike gak dibolehin kerja lagi sama ortunya gara2 keteteran kuliah, sedangkan si Steph sampai nangis-nangis gara dimarahin ibu kandungnya. Sedangkan aku cuma melongo mendengar cerita dari kedua manusia tersebut. (lha mbok pikir hewan !!!). Setelah selesei pengakuan dosa tersebut (pengakuan dosa jaree . . .) datanglah seorang wanita berjilbab, sang marketing pemasaran yang  bernama panggil saja mbak Non. Ketika mbak Non datang dimulailah proses gajian karena pegawai-pegawai cafe tersebut sudah lengkap. Hanya tinggal mbak Fia saja, partner mbak Non yang lagi pergi ke mal Grand City.

Proses gajian pun dimulai
-jeng jeng-
 Aku sudah nerima gajiku, wooow, nominalnya super sekali. Hasil dari kerja kerasku selama satu bulan. Setelah gajian selesai dan para pegawai sudah nerima gajinya masing-masingng, aku langsung kembali ngeshift/kerja dari jam 3 sampai cafe tutup jam 12 malam. Full time meeennnn.

Sekitar jam 6 sore ketika aku lagi istirahat sambil makan mie goreng, tiba-tiba mbak Non menghampiriku dengan wajah lesu. aku langsung bertanya pada mbak Non.
"Kenapa mbak kok lesu gitu mukanya, ayo makan mie bareng mbak." aku sambil menawarkan makan ke mbak Non.
"enggak aku udah makan kok" jawab mbak Non dengan wajah masih lesu
"mbak kenapa kok lesu dari tadi, khan udah gajian. harus ceria donk hehehe" aku mencoba menghibur mbak Non.
tiba-tiba mbak Non membisikan aku sesuatu
"kamu tau gajiku berapa, cuma 500ribu. gajiku sama kayak barista padahal disini aku marketing pemasaran yang seharusnya lebih tinggi. Kamu lihat grafik penjualan, bulan kemarin sama bulan ini peningkatannya meningkat sekitar 45%, tapi gajiku cuma segitu" bisik mbak Non.
"lho iya ta mbak ?" tanyaku dengan muka bodoh
"iyoo, ini lho kalau gak percaya (sambil menunjukan uang gajinya ke aku)"
"iyaa yaa, tapi mbak Fia belum dikasih tahu khan mbak ?" tanyaku dengan bodohnya
"belum"

Dan gak berapa lama kemudian datanglah mbak Fia dengan langsung nyamperin mbak Non.

"mbaaakk Non, aku habis beli sepatu di Grand City harganya hampir setengah jutaa lhooo. aku udah lama ngidam sepatu ini." teriaknya dengan suka cita karena barang yang di idam-idamkan sudah dibelinya.
 aku hanya tersenyum sambil menahan tawa dan berbicara dalam hati "itu sepatu seharga gajimu mbaakkkk"
dan mungkin apa yang dirasa mbak Non sama seperti aku,tapi bedanya dia tidak menahan tawa tapi menahan ingin mengucapkan "sepatumu itu lebih mahal dari gaji kita fiaaa -_- "
dan akhirnya setelah proses pertemuan, mbak Non mengajak Fia untuk menceritakan

Mbak Non menceritakan secara perlahan agar mbak Fia tidak kaget mendengarnya
tetapi akhirnya sama saja -_-
"hah ?!! yang bener mbaakkk ? kita cuma digaji segitu ??!! " teriak mbak fia dengan keras dan tidak percaya
"iyaaa, aku juga gak terima ini. kita kayak gak dihargain dengan hasil kerja keras kita selama sebulan ini. padahal grafik penjualan meningkat 45% dari bulan kemarin. ehm gimana kalau kita resign aja ?" celetus mbak Non
"sek ta mbak ? aku masih belum percaya ah ?" jawab mbak fia yang masih belum percaya
dan aku langsung nyeletus "iyaaa mbak, gajimu seharga sepatumu yang barusan kamu beli tadi." dan mbak Non pun langsung menunjukan uang gaji yang diterimanya.
Dan mbak Fia yang tadinya ceria setelah membeli sepatu, langsung menjadi lemas dengan kejadian tersebut.

Esoknya kedua manusia itu, mbak Non dan mbak Fia langsung resign dari cafe tersebut. Bayangkan setelah proses gajian, 4 orang langsung resign/ berhenti dari pekerjaannya. Kini pegawai yang tersisa hanya tinggal beberapa orang saja. Dan aku merasa seperti kehilangan semangat karena 4 orang itu adalah teman-temanku terdekatku di cafe tempat dimana aku bekerja.

~ END ~ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar