Hampir setiap hari ketika jam menunjukkan pukul 04.00 pagi, ketika suara adzan subuh berkumandang, disitulah aku selalu selesai cangkruk dan bergegas pulang ke rumah. Bukan untuk menjalankan ibadah sholat subuh, tapi bergegas pulang karena sudah merasa ngantuk sekali.
Di perjalanan pulang aku melihat banyak orang-orang yang sibuk mempersiapkan dagangannya untuk berjualan di pasar, orang-orang yang bergegas berangkat ke masjid, sedangkan aku, aku baru pulang dari cangkruk. hal yang menurutku kurang bermanfaat bahkan tidak ada manfaatnya sama sekali. anak laki-laki macam apa aku ini . . . disaat semua orang dirumah butuh seorang laki-laki untuk menggantikan ayahku yang telah tiada, aku malah sering tidak berada dirumah. bukannya untuk bekerja tetapi malah untuk cangkruk. betapa hinanya aku ini. Dalam keadaan seperti itu, aku tidak mengeluh kepada Tuhan tetapi aku bertanya kepada Tuhan :
"Tuhan, masihkah aku diberi kesempatan untuk melihat orang tuaku satu-satunya yaitu ibuku tersenyum bahagia dan bangga mempunyai anak laki-laki seperti aku ??"
"Tuhan, apakah ayahku disana masih bangga mempunyai anak laki-laki seperti aku ??"
"Tuhan, apakah ayahku disana masih bangga mempunyai anak laki-laki seperti aku ??"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar