MY LIFE MY ADVENTURE

Sabtu, 10 Maret 2012

Sad Seventeen :(

    Siapa sih yang gak pengen mempunyai kenangan manis saat usianya 17 tahun ? atau yang biasnya disebut sweet seventeen.
Mungkin orang banyak yang bilang kalau disaat berulang tahun yang ke 17 adalah momen-momen yang manis atau bahagia karena disaat usia 17 orang sudah bisa dibilang dewasa. Dan biasanya mereka merayakan ultah yang ke 17 ini dengan pesta atau merayakannya dengan spesial agar bisa menjadi pengalaman/kenangan manis dalam perjalanan hidupnya.

    Tapi sayangnya peristiwa ini tidak terjadi padaku. Bulan Maret ini mengingatkan aku dengan hari ulang tahunku yang ke 17 yang semestinya menjadi sweet seventeen buatku. Gimana enggak, aku ingat dihari ultahku yang ke 17 justru aku harus menghadapi Ujian Nasional. Hari dimana seharusnya seneng-seneng, dikerjain temen-temen, nraktir temen-temen, tapi ini malah harus berpikir keras, suasana tegang dan berada di kelas yang sunyi. Waktu itu aku emang kelas 3 SMA, padahal temen-temenku semua merayakan sweet seventeen nya di kelas 2. Ini gara-gara aku 1 tahun lebih muda dari mereka. Rata-rata mereka lahir di tahun 1992 dan 1991, sedangkan aku, lahir tahun 1993. Sungguh seseorang yang akan sukses muda. ngareep.

    Dan di usia yang katanya orang ini udah masuk kategori dewasa, aku mendapatkan cobaan besar. Cobaan yang mungkin gak akan mau didapatkan oleh orang lain. Cobaan ini adalah ketika orang yang paling kita sayang diambil oleh Yang Maha Kuasa. Ya, setelah di hari ultahku yang harus menghadapi Unas, 5 bulan berselang aku kehilangan ayahku. Ayahku meninggal di bulan Agustus, dan itu merupakan pukulan berat buatku. Di usia seperti itu adalah saat aku bener-bener butuh sosok ayah, tapi ternyata Tuhan malah mengambilnya. Ini bener-bener cobaan berat buatku. Tetapi paling tidak aku sudah membahagiakan ayahku dengan kuliah di Unair. Seminggu sebelum meninggal, aku melihatkan ke ayah pengumuman bahwa aku keterima di Unair, begitu bahagianya beliau, terlihat dari wajahnya. Lalu beliau mengadakan syukuran kecil-kecilan agar aku bisa menjadi orang yang berguna dengan kuliah di Unair. Dan perasaanku waktu itu seneng banget, bahagia banget. Ternyata begini rasanya melihat orang tua bahagia.

Bukannya menjadi sweet seventeen tapi malah menjadi sad seventeen. Disaat waktunya menikmati manis, malah menikmati pahitnya kehidupan. Sampai sekarang, aku masih tetap harus bersyukur atas kejadian yang kualami ini, karena pahit ini bisa menjadi manis jika kita tetap bersyukur.

~THE END~

2 komentar: